Jun 04

Belum Ada Judul …

Posted : by Noe2 in Geje ... | Tags : , , | 24 Comments

Gadis kecilKini lega sudah … setelah di ombang-ambingkan perasaan bersalah yang teramat dalam ke pada dua makhluk yang di namakan wanita. Kusadari memang penyesalan itu ada namun itu semua tertebus dengan melihatnya begitu lepas tertawa bersama teman-temannya … nyaris tanpa beban …, tanpa tekanan.

Wajah itu tak pernah kulihat ketika kakmi masih bersama, yang ada hanya guratan- guratan kesedihan yang ada di wajahnya … walaupun sesekali senyumnya mengembang dari bibirnya.

Kemaren … tepat pukul tiga … semuanya berakhir …, setelah mengarungi lautan bersamanya tidak kurang dari 540 hari telah kami layari bersama …, namun toh pulau impian tidak pernah kami labuhi … entah ini memang termasuk dalam cerita hidup ataukan memang cukup sampai disini.

Ada seorang bapak tua yang berkata tapi bukan untuk saya .., namun saya mendengar pada waktu itu. Cukup sederhana memang tapi jika di resapi sungguh luar biasa.

Pada waktu itu dia berkata pada sepasang calon pengantin yang kelihatan sangat mesra sekali, dan si calon pengantin laki-laki bertanya kepada “Pak Pantes a? (Pak apa kami serasi)”,  pak tua menjawab:

“Kalian berdua serasi … namun perlu di ingat … orang ber-rumah tangga itu bagaikan seorang pelayar yang akan berlayar, kalian itu ibaratnya masih di pantai … jadi pemandangan pantai kelihatan sangat indah, namun ketika kalian benar-benar berlayar … kalian akan melihat sekeliling kalian hanya lautan. Dan bagaimana kalian mengendalikan kapal kalian sehingga bisa berlabu dengan mulus di pulau impian …., dan bagaiman menghadapi ombak atau badai sekalipun dalam pelayaran nanti”

Jadi memang sangat benar sekali apa yang dikatakan bapak tua … jika belom ber-rumahtangga saja sudah terlalu banyak badai yang tidak mampu kami hadapi … bagaimana nanti …?

Semoga Allah memberikan yang terbaik untuknya … yang mampu mengerti dia , yang mampu dan sanggup  menghadapi dia … karena aku telah gagal … entah karena memang karena kebodohanku mungkin.

Akhirnya … keikhlasan melepaskan jadi pilihan utama, karena tak ingin lagio menyakiti lebih dalam lagi … serta tak ingin menimbulkan luka baru baginya.

Kini aku ingin menjadi air yang mengalir … jauh … jauh …. untuk menuju mura …, Muara kebahagiaan yang nyata …!

Cord Lagu Bengawan Solo …

Bengawan Solo
Riwayatmu Ini
Sedari Dulu Jadi
Perhatian Insani

Musim Kemarau
Tak Seberapa Airmu
Dimusim Hujan Air
Meluap Sampai Jauh

Mata Airmu Dari Solo
Terkurung Gunung Seribu
Air Meluap Sampai Jauh
dan Akhirnya Ke Laut

itu Perahu
Riwayatnya Dulu
Kaum Pedagang Selalu
Naik itu Perahu

Popularity: 16% [?]

readbud - get paid to read and rate articles

24 Comments

  1. melly   »   June 4, 2010 at 8:27 am
    • Noe2   »   June 4, 2010 at 8:44 am
  2. indra1082   »   June 4, 2010 at 8:56 am
    • Noe2   »   June 4, 2010 at 9:26 am
  3. julianusginting   »   June 4, 2010 at 8:59 am
    • Noe2   »   June 4, 2010 at 9:26 am
  4. orange float   »   June 4, 2010 at 10:30 am
    • Noe2   »   June 4, 2010 at 3:00 pm
  5. adizone23   »   June 4, 2010 at 10:45 am
    • Noe2   »   June 4, 2010 at 3:01 pm
  6. arifudin   »   June 4, 2010 at 2:14 pm
    • Noe2   »   June 4, 2010 at 3:06 pm
  7. delia   »   June 4, 2010 at 7:26 pm
    • Noe2   »   June 4, 2010 at 10:03 pm
  8. bundadontworry   »   June 5, 2010 at 1:58 am
    • Noe2   »   June 5, 2010 at 2:06 am
  9. anonim   »   June 5, 2010 at 4:46 am
    • Noe2   »   June 5, 2010 at 12:10 pm
      • aninom   »   June 8, 2010 at 2:31 am
        • Noe2   »   June 8, 2010 at 4:51 am
  10. Muhammad Joe Sekigawa   »   June 5, 2010 at 9:30 pm
    • Noe2   »   June 6, 2010 at 2:35 am
  11. cempaka   »   June 7, 2010 at 1:27 am
    • Noe2   »   June 7, 2010 at 2:28 am

Post a Comment